Assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh !!
Alhamdulillah,kembali barsyukur kehadirat Allah Subhanahu wa Ta'ala atas segala karunia_Nya karena kita masih dalam keadaan sehat wal afiat selalu.Pada kesempatan ini blogspot alisiabu kembali hadir dengan topik pembahasan bidang studi IPAS dengan sub topik Kedatangan Bangsa-Bangsa Asing di Indonesia.
Kedatangan Bangsa-Bangsa Asing di Indonesia
Tahukah kamu bahwa negara Indonesia tercinta ini sangat terkenal di seluruh dunia sejak ratusan tahun yang lalu? Indonesia dianugerahi tanah yang sangat subur dan kaya akan kekayaan alam, terutama rempah-rempah seperti cengkih, pala, dan lada.
Mengapa rempah-rempah begitu
dicari? Di benua Eropa, udara saat musim dingin terasa sangat membekukan. Pada
masa itu belum ada kulkas modern atau pemanas listrik. Rempah-rempah menjadi
sangat berharga seperti emas karena memiliki dua fungsi utama:
·
Pengawet
Makanan: Membantu mengawetkan persediaan daging segar agar tidak cepat
membusuk selama musim dingin.
·
Penghangat
Tubuh & Obat: Diolah menjadi minuman penjelajah, campuran makanan, dan
obat-obatan herbal untuk menghangatkan tubuh.
Karena harganya yang sangat
mahal dan tingkat usahanya yang tinggi untuk didapatkan, bangsa-bangsa Barat
(Eropa) berani melakukan perjalanan samudra yang sangat jauh dan berbahaya
melintasi lautan luas hingga akhirnya sampai di kepulauan Nusantara (Indonesia).
1. Latar Belakang Kedatangan (Semboyan 3G)
Apa yang membuat bangsa-bangsa
Barat begitu bersemangat mengarungi lautan? Ternyata, mereka membawa cita-cita
besar yang terangkum dalam semboyan terkenal yang disebut Semboyan 3G:
1. GOLD (Kekayaan)
Gold artinya emas. Dalam
sejarah, Gold melambangkan keinginan kuat bangsa Barat untuk mencari kekayaan
sebanyak-banyaknya. Mereka ingin membeli rempah-rempah langsung dari tempat
asalnya (Indonesia) dengan harga murah, lalu menjualnya kembali di Eropa dengan
harga yang sangat tinggi agar memperoleh keuntungan luar biasa.
2. GLORY (Kejayaan)
Glory artinya kejayaan atau
kemenangan. Pada masa itu di Eropa, ada anggapan bahwa semakin luas wilayah
yang berhasil dikuasai dan dijajah di belahan dunia lain, maka semakin tinggi
derajat, kejayaan, dan kehormatan negara tersebut di mata dunia.
3. GOSPEL (Penyebaran Agama)
Gospel merujuk pada misi suci
keagamaan. Selain berdagang dan menguasai wilayah, para penjelajah Barat
membawa misionaris (penyebar agama) untuk menyebarkan agama Kristen (Katolik
dan Protestan) kepada penduduk di daerah-daerah baru yang mereka datangi.
|
📌 Cara Mudah Mengingat Semboyan
3G: • Gold = Murni mencari Kekayaan (Rempah-rempah
& Emas). • Glory = Mengejar Kejayaan (Memperluas wilayah
kekuasaan). • Gospel = Misi Keagamaan
(Menyebarkan agama Kristen). |
2. Kronologi Kedatangan Bangsa Barat di Indonesia
Bangsa-bangsa Barat tidak datang
bersamaan, melainkan bergantian satu per satu. Berikut adalah urutan kronologi
kedatangan mereka ke Nusantara:
|
Bangsa |
Tahun & Lokasi |
Pemimpin Tokoh |
Catatan / Poin Penting |
|
Portugis |
1511 (Malaka) |
Alfonso de Albuquerque |
Bangsa Barat PERTAMA yang mendarat di Nusantara. Menguasai
pusat rempah-rempah Maluku. |
|
Spanyol |
1521 (Tidore, Maluku) |
Sebastian del Cano |
Memicu persaingan ketat dengan Portugis. Diakhiri melalui
Perjanjian Saragosa. |
|
Belanda |
1596 (Banten) |
Cornelis de Houtman |
Mendirikan kongsi dagang VOC (1602) dan menerapkan sistem
monopoli perdagangan yang sangat ketat. |
|
Inggris |
1811 - 1816 (Jawa) |
Thomas Stamford Raffles |
Mendirikan kongsi dagang EIC. Sempat menguasai Jawa dan
menerapkan sistem sewa tanah (Landrente). |
Penjelasan Rinci Kedatangan Tiap Bangsa:
a. Bangsa Portugis (Pelopor
Penjelajahan)
Portugis adalah bangsa Barat
pertama yang berhasil menginjakkan kaki di bumi Indonesia. Di bawah pimpinan
komandan Alfonso de Albuquerque, Portugis menaklukkan pusat perdagangan Malaka
pada tahun 1511. Tidak berhenti di situ, pada tahun 1512 mereka melanjutkan
pelayaran hingga sampai ke Maluku—sang 'Surga Rempah-Rempah'.
b. Bangsa Spanyol (Pesaing
Portugis)
Bangsa Spanyol berlayar
mengelilingi bumi dan tiba di Tidore, Maluku pada tahun 1521 di bawah pimpinan
Sebastian del Cano. Kedatangan Spanyol membuat Portugis terkejut dan marah
karena merasa wilayah kekuasaannya diganggu. Untuk memadamkan perselisihan dan
perebutan wilayah tersebut, dibuatlah Perjanjian Saragosa pada tahun 1529.
Hasil perjanjian menetapkan bahwa Spanyol harus meninggalkan Maluku dan
berpindah memfokuskan kekuasaannya di Filipina, sedangkan Portugis tetap
berkuasa di Maluku.
c. Bangsa Belanda (Era VOC
dan Monopoli)
Kapal-kapal Belanda pertama kali
mendarat di pelabuhan Banten pada tahun 1596 yang dipimpin oleh Cornelis de
Houtman. Awalnya kedatangan mereka ditolak oleh rakyat Banten karena sikap para
pedagang Belanda yang kasar dan sombong. Namun, rombongan Belanda berikutnya
berhasil bersikap lebih bersahabat.
Karena semakin banyak pedagang
Belanda yang datang, persaingan di antara sesama pedagang Belanda menjadi
sangat tajam. Untuk mengatasi persaingan internal ini, pemerintah Belanda
mendirikan kongsi dagang persekutuan bernama VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie)
pada tahun 1602. VOC menerapkan sistem monopoli perdagangan, artinya para
petani lokal dipaksa dan diwajibkan hanya menjual rempah-rempah kepada VOC
dengan harga yang sangat murah.
d. Bangsa Inggris (Masa
Pemerintahan Raffles)
Inggris juga membentuk kongsi
dagang sendiri bernama EIC (East India Company). Inggris sempat mengambil alih
kekuasaan atas pulau Jawa dari Belanda pada tahun 1811 hingga 1816.
Pemerintahan Inggris saat itu dipimpin oleh Gubernur Jenderal Thomas Stamford
Raffles.
Kebijakan terkenal yang
diterapkan oleh Raffles adalah sistem sewa tanah (Landrente). Dalam sistem ini,
rakyat dianggap meminjam tanah milik pemerintah, sehingga seluruh petani wajib
membayar pajak atau uang sewa atas tanah yang mereka garap.

